The Power of "I"
Saya sedang melihat-lihat kamus English-Indonesia milik anak-anak yang baru saya beli. Kamus yang interaktif dengan tampilan gambar-gambar menarik yang memudahkan anak memahaminya. Saya jadi ingat perjuangan seorang sahabat, yang ketika itu sama-sama sedang menyelesaikan thesis dan tugas akhir, sama-sama di rantau, sama-sama memiliki seorang anak, dan anak-anak kami sama-sama menjadi saksi sekaligus 'korban'. Yah karena suami-suami kami pun sama sibuknya, sehingga sebagai bunda, tetap saja kami ga bisa lepas dari anak. Ketemu profesor pembimbing mesti bawa anak, dititipkan ke teman....Duh sedih kalau ingat masa-masa itu, bagaimana ngilunya melihat anak yang menangis dan hampir trauma. Untungnya kami sama-sama bisa selesai dalam waktu singkat. Saya menulis thesis dalam satu bulan!! dan teman saya yang membuat kamus interaktif untuk anak, selesai dalam 3 bulan. Waktu yang cukup lama yah untuk 'menyiksa' anak. Melihat kamus, jadi ingat kisah ini. Kisah bagaimana membangun kreatifitas dan memperjuangkannya menjadi sesuatu.
Apa hubungannya dengan kamus?? Yah karena di kamus saya memperhatikan beberapa kata 'positif' yang diawali dengan huruf "I" (in lebih tepatnya). Ga tau juga mengapa menarik, mungkin karena dalam entrepreneurship kita mengenal "innovative" sebagai dasar dari preneurship, sehingga ingin melihat I (n) yang lain, dan juga 'in' biasanya digunakan untuk sesuatu yang 'negatif' (berarti : tidak) ..... ternyata, "in" tidak selalu ditujukan untuk kata yang negatif.
Innovation ; ini saya copas dari wikipedia :Kata inovasi dapat diartikan sebagai "proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).Beberapa kata berikut, memiliki arti yang positif : interactive, interest, intuitive, incentive, independent, indomitable, intensive, initiative, interpersonal, seluruh kata yang mengandung "in" tersebut, bermakna positif dalam entrepreneurship....
Mengapa penting menggunakan kata yang positif? dalam interaksi dengan anak, seminimal mungkin bunda menggunakan kata yang negatif, seperti nakal, bandel, tidak nurut....coba diganti dengan kata positif yang memiliki arti sama. . . Demikian juga dalam bisnis, menggunakan kata yang positif, akan memberikan aura positif juga....
Salam luar biasa!!!! (hehehehe)
READ MORE - The Power of "I"
Apa hubungannya dengan kamus?? Yah karena di kamus saya memperhatikan beberapa kata 'positif' yang diawali dengan huruf "I" (in lebih tepatnya). Ga tau juga mengapa menarik, mungkin karena dalam entrepreneurship kita mengenal "innovative" sebagai dasar dari preneurship, sehingga ingin melihat I (n) yang lain, dan juga 'in' biasanya digunakan untuk sesuatu yang 'negatif' (berarti : tidak) ..... ternyata, "in" tidak selalu ditujukan untuk kata yang negatif.
Innovation ; ini saya copas dari wikipedia :Kata inovasi dapat diartikan sebagai "proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).Beberapa kata berikut, memiliki arti yang positif : interactive, interest, intuitive, incentive, independent, indomitable, intensive, initiative, interpersonal, seluruh kata yang mengandung "in" tersebut, bermakna positif dalam entrepreneurship....
Mengapa penting menggunakan kata yang positif? dalam interaksi dengan anak, seminimal mungkin bunda menggunakan kata yang negatif, seperti nakal, bandel, tidak nurut....coba diganti dengan kata positif yang memiliki arti sama. . . Demikian juga dalam bisnis, menggunakan kata yang positif, akan memberikan aura positif juga....
Salam luar biasa!!!! (hehehehe)





