Kalau semua Jual siapa yang Beli???
Wednesday
hai hai haiiiiiiLega rasanya sudah menyelesaikan riset tahun ini....dan bersiap utnuk riset 2010....Sebelum saya dalam masa benar-benar heboh dengan deadline untuk menyerahkan laporan akhir, saya berkesempatan jalan-jalan ke pulau Dewata, dalam rangkaian tugas ke Surabaya dan Bali.
Entah yah, tidak banyak yang menarik untuk saya di Bali, kecuali memantau pasar....hihihihi....(alasan untuk shopping)....Keindahan pantai Sanur, Dreamland, Tanah Lot dll....memang ciptaan Ilahi yang wajib dikagumi dan dinikmati....Tapi yang lebih menarik adalah melihat kreatifitas manusia.
Jalan-jalan ke pasar Sukowati, kalau agak rajin, datang lebih pagi dan masuk lebih jauh ke arah desa, ada pasar pagi, harga barang jauh lebih murah, karena pedagang yang di pasar depan mengambil barang dari pasar pagi ini. Harga akan jauh berubah, di tempat saya menginap di dekat pantai Kuta....
Yang ingin saya cerita disini adalah, pedagang di dalam pasar Sukowati menjual barang yang hampir 80% sama.....Ada ratusan pedagang yang menjual kain bali, kaos, daster, pernak-pernik dsb. Sekali lagi 80% sama.....dan dengan naluri bisnis, ga cukup saya cuma sekali datang....Bener, bukan untuk sekedar belanja. Saya cuma coba beli koq (hehehehe)....dan memang pedagang ga bisa didagangin (kadal ga bisa dikadalin)....tidak ada satu barang pun yang saya beli lebih dari harga yang sepatutnya. Hingga ketika saya membeli sebuah barang, serombongan lelaki muda ikutan beli dan ketika di kasih harga lain.....mereka protes :"iiihhh mbak itu aja boleh harga 20rb??"....dan akhirnya dia borong banyak daster seksyeeehhh (kepala saya langsung mikir....ini pada ikutan beli gituan buat siapa yaah hahahaha)....dan sang pedagang tersenyum dan berterima kasih, katanya gara-gara saya, yang beli jadi banyak (loh .... kalau dari tadi langsung harga murah, dah banyak yang beli yah).
Masuk ke dalam pasar yang penuh sesak, sampai jalan kadang miring, kadang merunduk, pasti semua sibuk menawarkan, " beli sama saya aja mbak...saya belum ada yang beli". "mbak bagi-bagi donk belanjanya, jangan di situ semua". dan saya tidak sampai hati dengan suara-suara itu (hihihihi), akhirnya saya belanja mencar-mencar....(alasaaaaan lagi).
Sering khan kita melihat sederetan toko yang menjual benda yang sama. Lalu bagaimana mereka bisa dapat pembeli kalau tidak ada keunikan yang membedakan. Namun nyatanya ada juga yah yang beli. Rezeki dah ada yang ngatur koq. Tapi bukan berarti tanpa kreatifitas loh. Apa yang membuat toko kita akan dikunjungi balik oleh pembeli loyal kita? tentu karena ada perbedaan yang mereka rasakan. Dan ini adalah kualitas pelayanan yang kita berikan. Saya jual pulsa elektrik di toko dan cafe, di seberang ada wartel yang juga jual pulsa. Tapi mengapa mereka beralih ke tempat saya? Dan ini adalah pengakuan dari pembeli....."beli pulsa di wartel depan ga asyik, yang jual manyun aja...." hehehehe. Alhamdulillah saya punya karyawan yang ramah dan ringan membantu. Dan ini karena memang saya menginginkan dia selalu bersikap demikian..
Bagaimana dengan bisnis onlen anda? sama saja....saat kita berada di komunitas yang sama, semua sama-sama menjual produk yang sama. Blogwalking juga ke tempat yang jualannya sama...lalu siapa yang mau beli?? Mulailah kreatif dengan:
1. membangun komunitas sendiri, jangan main di situ2 aja...jalan-jalan deh ke tempat yng lain. Komunitas ini hanya untuk memperkuat sales skill kita aja
2. membangun pencitraan diri, produk boleh sama tapi pelayanan berbeda, temukan perbedaan itu.
3. promo rajin-rajin membuat undangan untuk berkunjung dengan berbagai tawaran menarik ke toko kita
Salam BundaPreneur.....

9 December 2009 22:13
hmmm...
pengalaman yg seru bunda. sekaligus dapat kiat2 menarik nih. kalau di fikir2 memang bener yah, kalau semua jualan, siapa yg mau beli? tapi herannya ada saja yg beli. hanya mungkin kalau mau mendapatkan penjualan yg signifikan, perlu menggunakan kiat dan tips bunda ini.. maknyus!!
10 December 2009 00:35
Unik dan menarik kisahnya Bun. Menyimak kisahnya, sepertinya cukup sering nih melancong ke Sukowati (Bali). Sampai hafal, mana toko yang pelayanannya oke dan tidak. Hehe...
Btw, emang bener bgt Bun, dengan produk yang sama perlu sedikit kreatif agar tampil beda. Dan dapat dipastikan, dari sederet toko yang menjual produk sama maka yang berani tampil beda (dari segala aspek) itulah yang bakalan laris manis.
10 December 2009 07:32
Wah bener2 seorang Bunda Preneur's. Emang setiap tahun mengadakan riset ya? Pengalaman yg membuat saya ngiler. Hehehe....
10 December 2009 14:47
Nah... Tips bagoooosssss...
Rezeki emang g pernah salah alamat. Tapi jgn lupa, rezeki meski dijemput. Makin kreatif dan inovatif, makin gede juga peluang rezeki datang kepada kita...
11 December 2009 08:32
Arief: mari menjemput rizki,bangun pagi sebelum ayam berkokok sebelum maling pulang,,awali dg qiyamullail,,Anak muda jgn cm menjemput maut dg hal2 negatif
11 December 2009 08:47
@Fadly...jangan aneh mas,rezeki sdh ada yg ngatur.tp ikhtiar manusia lbh utama...Produk sama yg jual sama, persaingan meningkat, adrenalin meningkat,makin bergairah,:-D
11 December 2009 11:28
Umar PJ....nah itu dia, diferensiasi mesti ada. dan itu yang harus ada kreativitas dan inovasi. Satu lai jangan pernah mati gaya.....senantiasa berubah. Btw, memang dah jiwa dagang kali yah, sampe mengamati seluruh aspek toko, bukan hanya produk. . dan punya kaki yang tidak kenal lelah menyisir dan melirik toko2....kesan toko bisa dilihat dari lirikan pertama loh, ga semua perlu didatangi. . .
11 December 2009 11:32
Noto : iya mas.....tiap tahun mesti iseng bikin riset,,,ga enak rasanya kalo ga bikin....hihihi, padahal pas deadline laporan kudu dikumpul, gubrax juga....Btw: blog nya keren dan perlu....i like magazine style
11 December 2009 12:46
Haa.... kalau begitu saya undang Bunda berkunjung ke blog saya. Ada resep awet muda.
Saat ini memang sudah sulit utk berdagang sendirian. Tak ada pilihan kecuali terus berdiferensiasi dan mencari ceruk pasar yang masih menguntungkan.
11 December 2009 13:30
bener juga ya, saya harus lebih bisa kreatif nih.
makasih tipsnya.
11 December 2009 16:43
terima kasih bunda atas pencerahannya.....
15 December 2009 11:45
Setuju banget nih Bunda, rejeki memang sudah diatur tetapi kalau tidak ada usaha ya diaturnya gak ada rejeki... kekeke... Tips yang bagus, simple, susah aplikasinya .. hehehe