| Subcribe via RSS

Browse > Home /

Si Ganteng : bubur ayam 3 jam

Wednesday | 10 Comments
Hai hai hai....
walaupun kepala masih muter-muter, tapi hasrat nulis dah ga tertahan......maaf kalau ga sempurna, tapi akan direvisi jika ada kesalahan....

Lebaran kali ini, benar2 jadi wisata bisnis saya nie, mulai dari ketemu yang ganteng2, kasih angpao deposit pulsa, melihat potensi pasar di kampung halaman, pokoknya jadi byk banget yang ingin dibuat.....

Mulai dari kisah pertama yah, sesuai judul, si ganteng yang bisa jual bubur hanya dalam waktu 3 jam sehari....

Dua hari lalu saya berkunjung ke rumah seorang kerabat, senang sekali bisa berkunjung ke rumahnya...karena setiap ketemu selalu saja ada inspired story tentang bisnisnya.....Yah selama beberapa tahun terakhir ini, dia memutuskan berjualan bubur ayam.....Kisah yang sungguh menarik, untuk saya, dan mudah2an juga untuk kita semua.

Dia adalah sosok yang selalu optimis dan cepat mengambil keputusan, Sejak saya kenal, sudah banyak usaha yang dia lakoni, mulai dari pengantin baru yang sukses jualan es mambo, bikin popcorn dan cheesestick, nasi rames, dan terakhir bubur ayam.

Memarkir usahanya di bawah pohon beringin besar di jalan yang ramai mobil lalulalang, setiap pagi sudah mengantri mobil-mobil membeli bubur ayam, yang terbanyak dibungkus dan dibawa ke tempat kerja. Sehari pendapatannya sangat lebih dari cukup. Dan dari usaha bubur ayam ini, dia bisa membiayai keluarganya, membeli satu rumah di belakang rumahnya untuk perluasan dan pergi haji....Wowwww....fantastis.

Dan semua itu tidak terjadi begitu saja. Setelah usaha percetakannya jatuh (biasa mengantongi order bulanan puluhan juta dari satu perusahaan saja)....karena bisnis percetakan ini sangat rentan. Pertama : banyak pesaing, kedua: tergantung order ; Kami saja pernah kehilangan satu mobil, gara-gara BPKB mobil dipinjem teman keluarga untuk usaha percetakan....Nah ketiga usaha percetakan ini jatuh, maka bersama istrinya mulai berfikir apa lagi yg bisa mereka lakukan....(oh yah sebelumnya pernah sukses juga membuat popcorn, yg dikemas, dan diambil oleh para supplier ke toko-toko di beberapa wilayah di jawa timur, namun setelah 3 tahun harus berakhir karena mulai banyak pesaing).

Jualan makanan di mobil, akhirnya terpikir oleh mereka. Sang istri memasak menu komplit nasi rames, sang suami menyiapkan armada, mobil keluarga diubah menjadi "warmo" (warteg mobile).....dan mulailah mereka berkeliling, tanpa tahu harus mendarat dimana. Akhirnya di parkir di satu tempat, dibuka tenda, dipasang kursi dan mulai berjualan. Ketika pelangga pertama sedang makan, datanglah penguasa wilayah menghampiri......"siapa yg kasih izin kamu dagang disini!!!!", sang istri yang belum terbiasa secara mental terkejut, dan cuma bisa membereskan dagangan....tiada airmanta, mereka kemudian berkeliling lagi, hingga akhirnya sampai di suatu tempat yang menjadi awal usaha baru mereka. Palanggan mulai ramai (ehmmm, karena ganteng atau karen apelayanan yang simpatik yaaah)....namun seperti biasa, tidak mudah membangun bisnis, mulai banyak yang meniru dan memarkir mobil di kiri dan kanan mereka. Sebenarnya tidak masalah, tetapi pesaing ini mulai cemburu dengan larisnya dagangan dia. Sehingga mulai membuat ulah. Mereka akhirnya memutuskan untuk mencari tempat baru. dan akhirnya mendaratlah di tempat yang cukup strategis.....Di bawah pohon rindang, di tepi jalan ramai.

Baru sehari berjualan, mulain datang lagi cobaan. Seseorang yang merasa telah lebih dulu berdagang, keberatan dengan kehadiran mereka. tapi mental telah terbangun, kejelian melihat peluang mulai terasah. bukannya mundur, justru mereka datangi orang tersebut ke rumahnya, diajak ngobrol, dan akhirnya sepakat, waktu jualan pagi untuk dia, dan si bapak tersebut jualan pada sore hari. nah justru dari pertemuan ini timbul ide baru....Jualan Bubur Ayam!!!

Uang hasil keuntungan selama hampir sebulan sebanyak Rp.3.5juta diminta dari istrinya, dibelikan genset, dan mulailah mereka berjualan bubur ayam.....Dan akhirnya tidak sampai sebulan, pelanggan mulai banyak, mengantri. Supplier menghampiri, ada yg setor ayam, hati ayam, daun bawang, beras, cabai dan sebagainya. jadi tidak perlu lagi belanja ke pasar, yg menghabiskan energi dan bisa bikin mata melirik untuk belanja yang lain.

3 jam saja jualan, bubur langsung habis. Sore mulai lagi dengan aktifitas menyiapkan keperluan jualan, yang dikerjakan dengan santai di rumah. Apa rahasianya: 1. pelajari pasar, buat sesuatu yang berbeda. Walau sama-sama bubur ayam tapi orang akan memilih (ehhm yg ini msh rahasiaaaaa, karena beliau menawari saya untuk ikutan franchise hehehehe) 2. mental jualan di pinggir jalan mesti kuaat 3. membangun reputasi : enak, pelayanan prima 4. ini yang paling penting, langsung bayarkan 2,5% saat itu juga!!!!

Wah kata dia: setiap hari melihat orang berangkat kerja, tapi ga langsung dibayar, sementara kami, hanya 3 jam langsung mengantongi uang.......Bahkan sudah banyak yang menawari untuk membeli franchisenya, dan bahkan pihak bank sudah menawari kucuran kredit ratusan juta......Haiyaaaaaa....

Siap meniru???? monggo.....

Salam sukses BundaPreneur
READ MORE - Si Ganteng : bubur ayam 3 jam
Browse > Home /

Ibu2 sakaw : Ritual Tahunan dan Masalah Nasional

Thursday | 6 Comments | Posted in
Hai hai hai
Status teman2 bunda di Fb hampir sama......lagi sakaw....Tahu khan kalao sudah ketagihan dengan sesuatu, pas ga ada pasti jadi sakaw, gubraks deh...Ibu2 sakaw??? iyah, temen2 saya lagi pada sakaw, karena sudah ketergantungan sama bedinde (asisten rumah tangga. yang full time housewife and full time mother aja pusing apa lagi yang half mother ( heheheheh ga ada yah half time mother...mother is mother, forr all her time )..nah mulai deh ibu-ibu pada sakaw, mulai dari bingung bersih2 rumah, sibuk masukin pakaian ke mesin cuci, males nyetrika, pusing dengar suara anak-anak yang udah kayak satu team bersorak sorai, rumah yang seperti kapal pecah, dan sebagainya. Apalagi yang kerja, pagi-pagi nitipin anak, pulang jemput anak-anak dulu, masak dan antrian kerjaan lainnya.....Sakaw nasional nieee....dan tiap tahun selalu jadi penyakit berulang. Bersyukurlah saya, karena pekerjaan tidak menuntut saya untuk full time worker, bedinde pun pulang kampung berbarengan dengan hari saya dan keluarga mudik.....dan selama di mertua, dapat pelayanan dari ibu dan bapak mertua tercinta.Ah enaknya hidup ini....Selamat lebaran, Mohon Maaf lahir dan Bathin, semoga ibu-ibu yang sakaw segera pulih, bisa terlepas dari ketergantungan kepada asisten rumah tangga, termasuk juga saya tentunya
READ MORE - Ibu2 sakaw : Ritual Tahunan dan Masalah Nasional
Browse > Home /

Katak di Atas Tempurung

Friday | 9 Comments | Posted in
Katak di atas tempurung??? Beberapa hari yang lalu, seorang teman curhat. Pusing dengan rencana perusahaan untuk mem-PHK-kan karyawannya. Tidak tanggung-tanggung, 300 orang. Kenapa pusing? yah karena perusahaan tempat dia bekerja pasti akan menghadapi masalah yang cukup rumit, sehingga jauh-jauh hari sebelum PHK dilakukan, mereka sudah mencari lawyer untuk mengurus semua proses. Dua hari sebelumnya juga seorang teman menjerit, karena seorang karyawan di kantornya, tiba-tiba dipecat, hanya karena kesalahan yang menurut dia sepele, yaitu menitipkan kunci kantor di warung depan perkantoran. Hmm kesannya kesalahan yang sepele yah, tetapi itu memang suatu keteledoran. Kasihan yah, keluarga di Bandung, menanti kepulangannya di hari lebara, tetapi harus membawa berita buruk. Seorang teman yang lain bercerita, ketika sore-sore naik angkot, seorang laki-laki yang duduk di depan mengeluh pada pak supir, yah dia baru saja di PHK, padahal sudah dekat lebaran. Mungkin banyak sekali keadaan seperti ini di sekitar kita, atau mungkin menimpa kita sendiri.

Yang lebih menyedihkan lagi, kebanyakan dari kita dibentuk menjadi pekerja...sehingga selalu berharap mendapatkan pekerjaan. Sesuatu yang semakin hari semakin susah. Lihat saja sekarang, tidak ada lagi perusahaan yang mengangkat karyawan tetap. Semua dengan dengan sistem kontrak. Walau akhirnya bekerja bertahu-tahun, tetap saja statusnya karyawan kontrak yang harus renew kontrak setiap tahun.

Kalau sudah begini, mau menyalahkan siapa. Perusahaan yang tidak menerima lamaran kerja anda, perusahaan yang memecat anda? Seharusnya kita mulai merubah cara berpikir. Ketika berdoa, jangan berdoa untuk mendapatkan pekerjaan. Karena pekerjaan menumpuk yang akan anda dapatkan. Berdo'alah untuk mendapat kesuksesan dalam setiap usaha kita. Mudah-mudahan, sukses datang untuk anda.

Ketika kreatifitas berfikir sudah mampat, tidak ada lagi yang mengalir, maka PHK adalah tali gantungan yang siap mencekik leher. mengapa tidak mencoba berfikir realistis. Rezeki telah dihamparkan di muka bumi. Gaji anda hanya sepuluh persen dari rezeki yang digariskan, sementara 99 persen yang lain harus dicari. Inilah sebabnya seorang pengusaha bisa lebih kaya dari seorang pegawai. Karena ia selalu mencari yang 99 persen miliknya.

Banyak peluang di sekitar kita, tetapi mata kita buta untuk melihat. Yang dipikirkan hanya gedung-gedung megah perkantoran, outfit kantor yang keren, jam kerja yang teratur. Kita tidak melihat, di sekitar kita tersebar 90 persen peluang meraih rezeki. Saya ingat, seorang adik kelas sewaktu kuliah, cerdas, gigih dan bersemangat untuk belajar. Kuliah di perguruan tinggi favorit yang terkenal dengan biaya kuliah yang cukup tinggi dan mahasiswa dari kalangan berada.Saya tidak pernah tahu kehidupannya, hingga dia mengundang saya dalam pernikahan sederhananya. Mobil saya parkir di pinggir rel kereta api seperti petunjuk di undangannya. Melangkah kaki dengan bingung, karena memasuki wilayah pemulung di pinggiran rel. Setengah tidak percaya, tapi di situ tempat acara berlangsung. Saya temui sang pengantin yang berbahagia dengan sedikit kebingungan. Dan luar biasaaaaa. Membuat mata saya terbuka, betapa ayahnya berawal dari pemulung hingga menjadi pengepul limbah khusus botol kaca. masih memiliki cita-cita tinggi, sehingga menyekolahkan anak2nya di perguruan tinggi yang terkenal mahal, malah seorang kakaknya di fakultas kedokteran. Benar-benar, kita harus berkaca dengan kesuksesannya. Tidak bergelimang kemewahan, tetapi memiliki banyak harta untuk mencapai impian. Dan semua dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar, yah mengumpulkan limbah.

Jadi kalau kita masih terdaftar sebagai karyawan, persiapkan diri untuk mencari peluang menjadi mandiri. Tidak ada bos, tidak ada PHK, tidak ada tekanan. yang ada adalah diri kita dan seberapa keras usaha kita meraih sukses. Jangan berfikir semua harus ada modal dana, karena diri kita adalah modal utama.

Yuk liat peluang di sekitar kita, jangan jadi katak di dalam tempurung, mari keluar dari tempurung....hehehehe. Artikel berikutnya saya akan berikan beberapa pilihan peluang di sekitar kita...

Salam sukses BundaPreneur
READ MORE - Katak di Atas Tempurung
Browse > Home /

Mau Mulai darimana??????

Monday | 15 Comments | Posted in ,
bingung euyyy...mau mulai dari mana. Hmmm penyakit mahasiswa bunda neh....bingung , mau mulai darimana. dari suatu diskusi dengan beberapa bunda, seorang ayah menyampaikan keluhannya. Betapa dalam dunia kerjanya, yang selalu berhadapan dengan ekspatriat, bukan nilai IPK tinggi yang jadi andalan. Tetapi banyaknya mimpi yang dimiliki serta kemampuan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Yang pertama disebut juga dengan ide dan yang kedua bisa disebut sebagai proposal. Kelemahan ini ternyata juga bersumber dari pola pendidikan saat ini yang semakin menjauhkan anak peluang mengasah kreativitas. Buku-buku yang memanjakan dengan aneka gambar, dan kotak-kotak isian. Anda penggemar komik?, bersiaplah kehilangan kreativitas berpikir. Mengapa? karena komik menyediakan informasi visual dan kita cuma menerimanya begitu saja.

Saya dulu mengkoleksi buku-buku cerita, tapi bukan komik, kebetulan saya tidak suka membaca komik. Dulu sie alasannya pusing liat gambar-gambar plus tulisan, alasan lain pas smp : koq rugi yah, beli buku cuma gambar-gambar doank...hehehe. Ternyata keputusan tidak suka komik sangat beralasan. ketika membaca cerita tentang petualangan ke suatu pulau, dengan segala persiapannya, maka yang terjadi dalam benak saya adalah MENGHAYAL.....seperti apa tasnya yang katanya lebih besar dari punggung, bagaimana bentuk kapalnya, bagaimana cara mereka mendayung, membayangkan pantai pasir putihnya, membayangkan suasana tempat mereka mendirikan tenda, di antara karang, dekat dengan laut, tapi tidak basah....waah banyak sekali yang bisa dibayangkan. Dengan jumlah halaman buku cerita yang sama, tapi banyak sekali yang berkembang di otak saya. Dan setelah menjadi bunda, saya baru menyadari bahwa ternyata memang benar, buku-buku cerita anak-anak lebih baik daripada komik.

Zaman dulu dengan keterbatasan saat itu, buku-buku pelajaran pun sangat sederhana. Tapi saya pikir bukan sesuatu yang buruk. Karena tidak bisa membayangkan seperti apa bentuk daun kumis kucing, maka kita jadi kreatif untuk mencari tau. Kemudian menggambarkannya dalam buku tulis. Dan akhirnya banyak aktivitas menulis dan menggambar. Saat ini, buku-buku pelajaran anak saya, untuk kelas satu SD saja, pelajaran matematika minimal 3 buku cetak, dan satu buku tulis plus kertas-kertas latihan fotocopy an. Setiap aktivitas, dikerjakan di buku cetak, sehingga buku cetak tidak bisa diwariskan, setiap tahun harus mengeluarkan ratusan ribu ( hehehehe untuk satu anak loh...kalau 4 seperti saya????)...Dan buku tulis, selalu masih sisa lebih dari setengah.....Karena mereka hampir tidak pernah menulis. Hanya menjawab beberapa kalimat yang ditulis langsung di bawah pertanyaan di buku cetak.....Padahal kemampuan menulis, adalah kemampuan yang sangat penting di kemudian hari. ga aneh, kalau mahasiswa saya susah sekali menulis........Apalagi waktu saya minta mereka membuat bussines plan sederhana.....jangankan itu, disuruh menulis cita-citanya saja bingung.....wwwwuuuufffhhhh..

Ya iya laaaaahhh (hehehehehe)....mereka pasti bingung mau mulai dari mana. Mau mulai aja bingung, bagaimana mulainya yaaah??? Demikian juga dengan bisnis. Usaha apapun, kalau ga tau mau mulai dari mana yah ga mulai-mulai. Jadi berhenti bingung dan mulai saja.....Mulai menulis tapi bingung mau mulai darimana? mulai dari cerita tentang sesuatu yang kita kuasai. mau bisnis tapi bingung mulai dari mana? mulai dari kemahiran yang kita bisa....Masih bingung mau mulai dari mana? Mulai dengan membeli ebook mbak Dini tuh....dijamin ga bingung lagi....hehehehe
READ MORE - Mau Mulai darimana??????
Browse > Home /

Sup Ikan Batam

Semalam berbuka puasa dengan keluarga di Sup Ikan Batam....sebenarnya agak ga tertarik, karena udah kebayang sup ikan tuh amis, ternyata ueeeenaaaak ga ada amisnya....hebat yah bikinnya. Penasaran, akhirnya nanya2 deh sama yg empunya.....resep rahasia katanya, Ya iyaaa laaaahhh, dagangan dia gitu loh. Tapi pantang menyerah, dengan berbagai tricky, akhirnya dapat juga, dengan sedikit meraba-raba rasa ala Bondan wisata kuliner.... Paginya langsung deh uji coba
Dan hasilnya, ueeeenaaaak tenan....hihihi bisa ngincip karena lagi ga puasa.....Cobain deh :

Bahan:
350 gram daging ikan kakap , tulang ikannya jangan dibuang yaaah, untuk kaldu
2 cumi besar, bersihkan, potong bulat
250 gr udang besar
750 ml air
1 ikat sayur asin, ambil batangnya saja, dipotong-potong
5 buah tomat hijau kecil

Bumbu :
5 siung Bawang putih
3 buah kemiri
1 sdm Ebi
1 sdm teri medan
Goreng semua dan haluskan
5 sdt kecap ikan
1 sdt gula pasir
Garam, lada

Pelengkap : cabe rawit iris + kecap asin

Cara membuat :
1. Didihkan air, masukkan bumbu halus
2. Masukkan ikan. Tambahkan kecap ikan dan gula pasir, garam, serta lada
3. Masukkan cumi dan udang,
3. Masak hingga ikan matang dan kuah jernih. Sesaat sebelum diangkat, masukkan tomat dan batang sayur asin.


Pilih ikannya yang segar yaah, karena rasanya akan lebih mantap...jangan terlalu lama, udang dan cumi cukup berubah warna saja, jangan sampai keras.
READ MORE - Sup Ikan Batam
Browse > Home /

Gubraks Mom

Bisikan Ramadhan hari ke 14...Hampir separuh perjalanan...

Minggu ini mulai lagi aktivitas resmi di kantor, setelah libur dan stengah kerja selama tiga bulan, kembali dengan kehidupan GUBRAKS MOM....hehehehe. Pagi dengan kehebohan anak-anak yang harus berangkat ke sekolah, memikir meneu hari ini, meladeni si kecil yang sangat aktif dan banyak maunya, really GUbraks Mom......Aktifitas yang bikin darah mendidih sampai ke kepala....huuuffffhhhh. Mulai dari yang susah bangun, rebutan mandi (maksudnya pada mau belakangan), pilihan bekal yang selalu diprotes, akhirnya suasana benar-benar ribuuutttt, ada yang berebut kaos kaki, ada yang nangis cari bukunya......oallllaaaaah. kehebohan yang harus terjadi setiap pagi. Belum persiapan saya sendiri kalau harus masuk pagi.....Terakhir, kehebohan menaikkan mereka ke mobil dan perjalanan ke sekolah yang selalu macet....Tapi saya selalu berusaha gembira, mengajak anak2 bernyanyi dan sedikit bergoyang......senam pagi gitu, karena setelah kehebohan mereka harus mendapat suasana hati yang gembira menuju sekolah......walau Bunda tetap pusing dengan macet dan gelisah melihat jam, takut mereka telat (padahal mereka nya saaantaii aja). Untungnya anak-anak sudah mandiri di sekolah, cukup diturunkan di gerbang dan selesailah kehebohan pagi. Biasanya saya langsung ke kantor, lumayan bisa ngegym dulu. Atau kalau masih ada waktu, pulang lagi dan mulai dengan aktivitas lain. Meladeni si kecil, memasak, dan ke kantor. Kegiatan berikutnya yang agak menyebalkan adalah menjemput sekolah. Macet, dan susaaaaaah menemukan 3 anak....Untungnya aktifitas ini kadang2 aja, ada si mbak yang siap menjemput. Kadang saya memilih kerja di rumah, dan tidak terbayang deh suasana kerjanya, menulis, sambil nyuapin, melerai yang berantem, bantu bikin PR, lari sana sini......hehehehe really gubrak...Tapi kenapa yah perempuan can handle multitask??? dan tetap bisa menulis? kalau suami saya gitu udah langsung masuk kamar kerja dan dikunci....Tapi inilah nikmatnya menjadi gubraks Mom.......

READ MORE - Gubraks Mom