| Subcribe via RSS

Browse > Home /

Mimpi Basah......

Tuesday | 14 Comments

hai hai hai....hihihi,,,ngavatar lagee,,,,krn ga tau mau masang pict apa untuk artikel ini...

aih...masih pekan-pekan yang penuh dengan girl's talk nie..:) Membaca catatan dalam buku agamanya, M itu adalah keluar darah kemaluan, untuk anak perempuan. Yang artinya sudah akil baligh. MB adalah ungkapan perasaan sayang laki-laki kepada perempuan, dan artinya sudah akil baligh untuk anak laki-laki....Wah,,,lumayan nie, sebagian tugas edukasi sudah terwakili oleh sekolah....Namun apa yang sesungguhnya dipahami anak.....Lebih menarik kalau kita bicarakan secara teman gityuu loohh.....Hahahahahaha....dan artinya saya harus mengolah kata untuk mendapat informasi, apa yang sesungguhnya dipahami anak gadisku...

Ketika saya bertanya...apa tuh MB? aaahhhh Bunda.....ga mau jawab ah. Hehehe, ga usah jawab, baca aja yang tadi itu.....Yah gitu deh....udah ah...Hahahahaha,,,Aih, sambil tersipu malu. Koq saya makin penasaran yah, what's inside her mind. Sudah ah, ganti topik, jangan terlalu mendesak anak untuk bercerita, karena justru dia akan semakin tertutup.....Bunda khan pinter, nti juga ada caranya untuk kembali girl's talk ... hmmm atau ini boyz talk yah???

Ga penting lah, masalah sex memang menarik untuk dibahas. Edukasi seks sendiri sudah dilakukan sejak dini, ketika mengenali diri. Anak sudah tahu, bahwa ayah termasuk kumpulannya lelaki dan bunda termasuk kumpulannya perempuan. Tidak perlu acara mandi bersama untuk mengajarkan organ genital. Mereka hanya tahu beda 'bentuk' antara anak perempuan dan anak laki-laki, tanpa perlu tahu bentuknya setelah dewasa hahahahahah.....nanti juga tau sendiri yah.

Tapi jujur, saya penasaran dengan senyum simpulnya ketika saya tanya tentang apa itu MB....hihihihi,,,,biasanya yang komen di blog saya bapak2 dan mas2..Do you have any idea????


Oh ya....nti untuk topik entrepreneurship.....kita main ke blog saya yg lain yaaah.... >>> tunggu saja launchingnya....


Salam Bunda,,
READ MORE - Mimpi Basah......
Browse > Home /

Bunda....temanku udah M loh

hai hai hai "Bunda, temanku sudah ada yang M loh".......dengan tetap asik mengerjakan PR matematikanya, gadis kecil saya tiba-tiba berkata demikian. Saya yang sedang menemani dan akan sholat maghrib, tersentak.....Inilah saatnya. Saat yang saya resahkan sebenarnya. Bukan karena gadis kecil saya akan repot dengan rutinitas bulanannya dan saya harus mengajarinya. Tetapi ada hal yang lebih dari itu. Datangnya haidh yang pertama adalah awal menjadi dewasa. Dewasa bukan secara fisik dan biologis yang saya takutkan. Tetapi, gadis kecil saya telah menjadi DEWASA dalam arti, telah memiliki tanggungjawab terhadap dirinya sendiri. Dan inilah saatnya GIRL'S TALK......


Lalu permbicaraan berlanjut, saya dekati dia yang tetap asyik dengan PR nya, "Oh Ya, siapa aja sayang.....?". "Ada T dan S Bunda"..lalu saya bertanya kembali " sudah dikasih tau belum sama Bu Guru?" " sudah" dia menjawab pendek...Hmmmm...Saya menarik nafas lega. "Sayang, kalau sudah M, berarti sholatnya ga boleh ketinggalan, juga harus menutup aurat" "Loh, khan aku belum Bund, berarti belum wajib dong" "iya, tapi tetap harus siap-siap, biar terbiasa"....Setelah itu, kegiatan kita menjadi menyenangkan, tidak ada lagi teriakan saya untuk dia sholat. Dan beberapa perbincangan anatar wanita gityuuu loooh, membuat dia merasa nyaman, menjadi teman saya. Dan saya juga merasa nyaman bisa membawa obrolan ini sebagai Girl's Talk yang menyenangkan......


Sungguh, saya bukan mengkhawatirkan bagaimana dia nanti akan menghadapi haidh pertamanya, karena saya yakin, dia sudah banyak bertanya-tanya pada teman yang sudah duluan. Dan mereka pasti dah melakukan Girl's Talk.....tinggal saya mempolesnya agar informasi yang dia dapat tidak salah, dan dia kembali menyampaikan kepada teman-temannya dalam Girl's Talk.....Saran saya, anak-anak kita lebih senang diperlakukan sebagai teman, mereka akan lebih terbuka dan kita mudah memasukkan pemahaman ke dalam benak mereka. Bukan Doktrin,,tapi membuat mereka mengerti dan menerima. Jika sudah begini, rasanya koq saya jadi bertambah umur yah...hehehehehehe
READ MORE - Bunda....temanku udah M loh
Browse > Home /

Tout Comprendre c'est Tout Pardoner

Thursday | 23 Comments
Hai hai hai................apa maksudnya???

Ini adalah sebuah ungkapan dalam bahasa Prancis yang artinya "untuk memahami semuanya berarti harus memaafkan semuanya.....Seseorang dengan mindset yg berkembang, tidak akan mau meninggalkan jejak masa lalunya menyiksa hidupnya....dan kunci dari itu adalah memaafkan...melupakan dendam. Mantra yang ajaib untuk melepaskan diri dari dendam dan masa lalu adalah: "saya akan tersiksa jika terus menerus dendam dan menyesali diri"


Banyak hal yang membuat kita marah ketika menjalani suatu hubungan. Baik hubungan pertemanan, hubungan bisnis, hubungan kerja, hubungan pernikahan, keluarga termasuk juga hubungan terlarang ( dilarang berhubungan dengan pencuri karena anda akan menjadi penadah :) ).

Teringat saya akan film Avatar, begitu mudahnya menjalin hubungan, hanya dengan menautkan ekor, semua seperti terjalin, pikiran menyatu, tidak perlu suara......Bandingkan dengan hubungan kita, selalu ada konflik.......


Dan pagi ini, saya menemukan satu ungkapan bijak......memang untuk bisa memahami semuanya mulai dengan memaaafkan..Memaafkan diri sendiri, atas kegagalan, bukan terpuruk dalam penyesalan diri......Membuat hati, pikiran dan langkah menjadi ringan untuk memulai yang baru.....Jika maaf berhasil untuk diri sendiri, maka lanjutkan untuk memaafkan dan menghapus dendam...........sukses untuk kita...
READ MORE - Tout Comprendre c'est Tout Pardoner
Browse > Home /

Jangan main-main dengan kata Autis

Friday | 9 Comments
hai hai hai Beberapa waktu yang lalu saya menerima imel,,,rasanya sedih membaca cerita ini, sementara kita masih sering menjadikan kata 'autis' sebagai kata ledekan...utnuk orang-orang yang sedang asik dengan dunianya, sedang asik dengan BB dan FB.....seandainya kita sadar......mari teman, jangan pakai lagi istilah apapun untuk suatu kekurangan sebagai perkataan untuk ledekan.....berikut adalah imel tersebut....


Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Di tangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :(( AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.
AKU PINGSAN!!!

* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.
Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”
Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.
Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=
SiLLy

Prev: The Islands of Wonder
READ MORE - Jangan main-main dengan kata Autis